GALAU


Wahai tuan tuan yang di sana

Kami butuh tuan bukan sekedar pemimpin

Kami butuh butuh tuan Bukan sekedar penguasa

Kami butuh tuan, bukan sekedar untuk terbasa mengiba di pangkuan ibu pertiwi

Kami butuh tuan bukan untuk mengingkari kibaran janji dan pulang tanpa harga diri

Dan sungguh diri ini yang merasa sial dengan jiwa merah putih ku yang selalu bergejolak atas nama keadilan yang tidak akan sibuk menipu harga diri

Salah apa aku mencintai negeri ini

Saat ini negeri dipegang haluan nasib

Siapa punya uang itulah raja

Hukum dimakan sesukanya

Penjara dibuat parkir mobilnya

Kita dinaikkan ke bahtera

Dijungkirbalikkan gelombang

Siapa punya uang itulah raja

Samudera dibuat ladang bunganya

Kita diterbangkan dengan pesawat

Dijatuhkan di bawah gunung

Siapa punya kuasa itulah dewa

Berkedip sekali semua tunduk padanya

PANCASILA 

Aku berdiri tegak…

Iya …..aku berdiri tegak Dengan kakiku yang bergetar

Iya….aku berdiri tegak Dengan hatiku yang berbuncah 

Iya….aku berdiri tegak Dengan tangan mengepal penuh urat buku tangan berkapal

Iya….aku berdiri tegak memandang garudaku berperisai pancasila

Aku melihat  Dan terbayang Mata sang garudaku yang membentang sabang merauke…

Sawahmu yang bergelimang gemulai malas menyimak akan polah manusia INDONESIA

Lautmu yang mendeburkan amarahmu ke karang yang turut menangis 

Deretan gunung yang menahan Dan menunggu isyarat Alam untuk marah

Aku melihat perisai dada pancasila ku Dengan jejer sila yang mulai berkarat Dan akan di aduk2 di putar2 oleh manusia2 bangsat Dengan rantai rapuh yang akan lepas

Aku melihat kaki cakarmu yang mulai lelah menahan untuk tidak lepas INDONESIA berkeping oleh jiwa2 berkarat bangsat 

Gedung gedung bercakar menjulang langit yang entah milik siapa

Sawah sawah terbentang di atas tanah yang entah milik siapa.

Laut Dan ikan yang entah untuk siapa

Minyak Dan hasil bumi yang juga milik Dan untuk siapa

Wahai garudaku ……Jangan kau tundukkan kepalamu

Wahai garudaku …….Jangan kau lipat sayapmu

Wahai garudaku ……..Jangan kau lepas cakarmu

Tegakkan kepalamu Dan bentangkan sayapmu menyibak jiwa2 komunis Dan kapitalis dari bangsat2 atas ego materialistic di bumimu INDONESIA

Bangkitkan jiwa2 mujahid pahlawan pahlawan yang sudah terkubur untuk  merengkuh jiwa2 kami agar segera tersadar untuk bangkit Dan mengawal bumi pertiwi mengembalikan kesaktianmu 

KUN

Nafas tersengal berpeluh keringat….

Dingin nya ruangan tak mampu mendinginkan jiwaku yang berkelana di malam Hari 

Jiwaku yang mencoba menangkap arti makna yang tersirat yang justru Ku tak peroleh apa apa di dalamnya karena terbungkus nafsu dan keinginan

ENGKAU YA Rab yang memberi petunjuk itu saat jiwaku di ambang letih saat Ku rebahkan kepasrahan diri dengan petunjuk sejelasnya petunjuk memberikan arti Dan makna

Ini akan terulang lagi dalam sejarah lagu kehidupan dalam titian makna 

Sebagaimana pula dulu atas ujian Dan ketidak berdayaanku sebagai hamba cukuplah bagiku :

YA HAYYU YA QOYYUM BIRAHMATIKA AS -TAGGHIST 

Wahai Rabb yang Maha Hidup” Wahai Rabb yang berdiri sendiri tidak membutuhkan segala sesuatu” Dengan Rahmat Mu aku minta pertolongan

HASBUNALLAH WA NI’MAL WAKIL. NI’MAL MAULA WA NI’MAN NATSIR 

YA. ALLAH  cukuplah Engkau sebagai penolongku atas segala tipu daya Dan fitnah

YA ALLAH cukuplah Engkau sebagai penolongku sebaik baik tempat hamba mohon perlindungan

YA ALLAH cukuplah Engkau sebagai penolongku yang akan memenuhi segala kebutuhanku

YA ALLAH cukuplah Engkau sebagai penolongku yang memenuhi dadaku atas Iman

YA ALLAH cukuplah Engkau bagiku sebaik baik tempatku bersyukur

YA ALLAH bilapun Ada Bala Dan Musibah atas kehendakMU jadikan aku sebagai orang yang sabar dalam menerima ketentuan MU 

CUKUPLAH ENGKAU BAGIKU

ALLAH JALLA JALLAHU

KENAPA AKU

Segelas kopi dañ berbatang udut terhisap membumbung kan asap membungkus jism dzikir yang membuat sesak setan2 sekitar yang tertipu oleh harapan utk ikut menikmati manisnya Surya 16 …Yang aku hanya bisa tersenyum kapan lagi bisa menipu setan.

Ingin sekali menyampaikan pesan gelisah ini lewat asap Surya 16 Ku ini yang menyatu dengan udara  saat hati gelisah kepada Alam semesta,kepada para pembawa DOA,kepada para fakir,kepada anak yatim kepada orang teraniaya,kepada orang terdholimi yang akhirnya pesan itu kembali kepada diriku sendiri.

Ya Allah aku ini bingung Dan gundah …Berangkat dari pertanyaan Sederhana Siapa aku Dan kenapa aku

Guru Ku bilang bahwa” KAU adalah segala gala nya tapi tak kuasa terhadap DOA atas hamba Mu yg memohon sepenuh hati tapi DOA yang bagaimana YA Allah ??? Kalau aku sendiri tidak tau Mau berdoa apa utk diriku sendiri karena aku merasa KAU sudah sayang terhadap aku Dan sudah memenuhi apa yang butuhkan tanpa aku meminta.

Beribu banyak kegelisahan dalam hati YA ALLAH….Yang aku bertanya sendiri KAU bisikan melalui Angin…terjawab sendiri…dan Bingung bingung sendiri

SALAHMU JADI ISLAM

Aku jadi meringis saat melihat kalimat ini Salahmu Kamu jadi Muslim 

Aku sampai nggk bisa ngomong apa apa lagi untuk tidak  melihat carut marut nya  negeri ini. 

Begitu vulgar semua kejadian demi kejadian yang memutus semua urat kemaluan para pemimpin Negeri ini

Jangan uji lagi kesabaran ini…Karena sungguh Indah bagi kami kalau  menemukan judul Indah Jalan pintas sebagai syuhada

Kami sudah cukup bersabar mengikuti sinetron cinema yang terbelenggu dengan semua tipu Dan siasat…Dan kami masih bersabar karena kami cinta negeri ini

Kalian bilang kami theroris..Kami cuma tersenyum karena kami tahu itu julukan buat Kalian sendiri..

Kalian bilang kami Makar…Kami cuma tersenyum karena kami tahu kalianlah sendiri yang makar terhadap Rakyat Dan UUD 45 

Kenyataan yang ada saat ini yang Bila  Muslim yang masih diduga melakukan sesuatu, semua kekuatan dikerahkan, tembak kalau perlu, siksa saja, minimal diperkarakan, dikriminalisasi.

Kenyataan yang ada Demokrasi versi Kalian adalah Muslim selalu salah, yang banyak harus mengalah, dan yang minoritas pastilah korban, harus dapat pembelaan, supaya diakui dunia katanya, dibilang demokratis.

Kenyataan yang ada saat ini Meminta keadilan dianggap ingin menggoyang negara.

SEMENTARA

Pembakar masjid diundang ke istana, menolak gereja yang dibangun bukan pada tempatnya dikatakan merusak kerukunan umat beragama.

SEMENTARA

Menolak menggunakan topi santa dikatakan intoleran, begitu juga menyuarakan adzan pada saat nyepi dikatakan tak tahu diri.

SEMENTARA

Yang sungguh-sungguh mencintai negeri ini dan ummatnya, dituduh macam-macam, yang menjual-jual negeri ini lalu dipuji-puji.

Duhai NEGERIKU 

Haruskah……………

Haruskah…………………….

Haruskah……,………………….

Haruskah……………………………

Dan Syahid

KOMUNIS


“Tujuan ideologinya jelas, merebut kekuasaan, menggulingkan seluruh KEKUATAN YANG ADA

“Aktivis partai dilatih untuk berdusta, berdusta hingga ahli. Akhirnya, membunuh dan membantai,” 

Huuuuuuuuuuuuurrrrrraaaaaa

Bagi orang komunis,  berdusta itu bukan dosa, mereka akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

Huuuuuuuuuuuurrrrrraaaaaaa

Dalam sejarah disaksikan, sejak 1917 hingga tahun 1991, kaum komunis sudah membunuh, menjagal dan membantai 120 juta manusia di 76 negara. Sehingga rata-rata 4500 orang dibunuh setiap harinya.

Dimana letak moral bagi orang komunis, Vladimir Lenin bilang, kami menolak semua moralitas yang digali dari konsep bukan manusia dan bukan kelas. Kami tidak percaya kepada moralitas abadi.

“Artinya kaum komunis tidak percaya agama,”“Tidak jadi soal tiga perempat penduduk dunia ini habis, asal yang seperempat itu adalah komunis. Untuk menjalankan Komunis kita tidak gentar berjalan di atas mayat,” kata Lenin.

Bagaimana soal tuhan bagi orang Komunis, eksistensi tuhan tidak masuk akal, konsep tuhan menjijikkan. Pendek kata, aku menaruh dendam kepada apa saja yang namanya tuhan. 

Sebagaimana dikatakan oleh Karl Max.

agama bagi Komunis adalah racun narkoba bagi masyarakat, menghujat agama adalah syarat utama dari semua hujatan.

“Kata Lenin, matilah, mampuslah agama, dan hiduplah atheisme. Kita harus memperlakukan agama dengan bengis, kita harus memerangi agama.”

Pembataian oleh salah satu pimpinan Komunis Rusia bernama Stalin, yang telah membantai 28 uskup, 50 ribu pendeta, 800 ribu orang Muslim. Dan Stalin menghabisi 9 ribu gereja, 25 ribu masjid, gereja musnah 90 persen, dan masjid musnah 99 persen.

Esensi Ciri komunis akan selalu membenci agama

Esensi komunis akan selalu benci tokoh agama

Esensi komunis akan selalu mengadu domba 

Esensi komunis akan selalu memutar balikkan fakta

Lihat lah sekarang 

lihat lah sekarang sering terdengar keras akan upaya memutihkan sejarah PKI 

INSPIRASI By KARYA TAUFIK ISMAIL

SEMUT DAN GAJAH

Dulu aku di kenalkan sebuah theory oleh para senior mengambil ketela tanpa mencabut akar sehingga ketela Masih bisa berdiri tegak atau sebuah theory mengambil semut tanpa menyibak ilalang sehingga semut semut tidak semburat berlarian.

Tapi kelihatannya theory management conflict Baru tidak lagi menggunakan theory santun seperti itu saat ini yang berbagai situasi di munculkan untuk sengaja melihat kemana arah semut berlarian Dan bahkan semut yg dalam liang pun akan keluar untuk di injak.

Sengaja ASAP di bakar agar semut kepanasan” semut ratu,semut gajah,semut petarung semua akan keluar Dan berlarian ke sana kemari untuk kemudian di pilah Dan di injak oleh kaki gajah

Yah tentunya pasti semut semut akan banyak jatuh mati bertebaran,tapi tentunya itu jika semut semut tidak Ada yang memimpin karena bagaimana pun untuk membunuh sang gajah tidak membutuhkan banyak semut, cukup satu semut masuk kuping sang gajah.

Jadi inget kalau lagi suit pakai tangan pertanyaan yang nggk bisa di jawab saat jari kelingking mewakili semut kenapa bisa menang dengan jempol yang mewakili gajah

Wahai semut semut yang Manis

Wahai semut semut yang perkasa

Tetaplah sabar , sabar ,sabar Dan tetaplah dalam polesan cahaya Iman sampai dengan isyarat langit turun 

Tetap Rapatkan Barisan Dan tidak tergoyahkan untuk di adu domba sampai menunggu isyarat langit

Rapatkan Barisan Dan jangan keluar dari liang koloni sebelum isyarat langit tiba

Jangan korbankan Rakyat Dan keutuhan NKRI karena musuh semut saat ini bukan Gajah tapi Musang Berbulu Celeng

MAKSIAT lagi TOBAT lagi MAKSIAT lagi TOBAT 


Menyesal, berduka dan tersentak seluruh keadaanku.

Air mataku berderai dan mulutku terkunci

Jiwaku linglung dan dosaku menumpuk.

Umur terus berlalu dan hidup hanyalah beberapa detik berlalu.

Wahai jiwaku berhentilah dari maksiatmu, karena itu yang mematikan perasaanku.

Apakah kamu lupa bahwa kematian pasti datang, maka bersiaplah

Wahai jiwaku berbekallah dengan kebaikan dan kebajikan.

Sebetulnya aku tidak pernah takut kepada kematian tapi takut kehidupan setelah kematian dan sulitnya pertanyaan.

Apakah yang akan aku ucapkan bila aku sudah tidak punya kehendak lagi.

Dan bila setelah itu yang berbicara tanganku dan lisanku.

Apakah yang akan terjadi… Saat seluruh anggota tubuhku berbicara tentang apa yang aku perbuat sementara aku tidak di alam lupa

Panas matahari musim dingin kau takuti bagaimana tidak takut adzab dan panasnya neraka

Wahai Tuhanku, aku bingung bimbinglah aku karena sungguh Engkau penunjuk hamba yang sedang bimbang. 

Andai aku bermaksiat terus hingga lupa diri. Padahal aku tahu akibat buruk kemaksiatan.

Andai aku terus maksiat, sungguh aku zalim. Dan kezaliman sudah menjadi watak manusia.

Akan tetapi Engkau maha pengampun maka ampunilah dosaku. Kesalahan demi kesalahan Engkau maha lembut.

Aku mengadu kepadamu akan kesesatan dan kehinaanku. Ya Allah Angkatlah dengan karuniamu dari kehinaan.

Aku memohon kepadamu pada tiap diam dan berbicaraku. Dan dalam bisikan hatiku aku selalu bermunajat Padamu. 

Aku berdoa kepadamu, terimalah doaku, Angkatlah derajatku dan tolonglah aku wahai dzat yang maha Agung.

Engkau di hatiku senantiasa aku agungkan dan cintai. Wahai dzat yang dengan kecintaanmu bersinarlah kehidupanku. 

Wahai Tuhanku, aku kembali dari peraduannya. Aku lari dari berbagai macam salahku. 

Tidak ada selainmu yang bisa melindungiku dan menyelamatkanku.

Dari hawa nafsu dan setan. 

Di hadapanku tertutup semua pintu harapan, aku datangi pintumu untuk mengejar pengampunan.

Wahai Tuhanku, sungguh aku datang kepadamu untuk bertaubat. Terimalah dengan ampunanmu sebagai hamba yang bertaubat penuh penyesalan.

PINJAMKAN KAMI SENJATA

Pinjamkan kepada kami senjata Kalian

Pinjamkan kepada kami senjata kalian

Pinjamkan kepada kami senjata kalian…….. dan biarlah Kalian di tempat Kalian

Wahai Muslim……..

Penderitaan kami adalah penderitaan Kalian Dan rintihan kami adalah rintihan Kalian.

Jika banjir tidak menenggelamkan Jalan kami maka…….. banjir akan menenggelamkan Kalian 

Teriakan kami telah membelah ufuk karena rintihan

Maka di mana pendengaran Kalian 

Bukankah Kita saudara seagama Dan selalu bersandar

Tidakkah kami berteriak karena kesedak namun sebagian Kalian berteriak tinggalkan kami??

Apa Kalian senang jika kami sudah tiada??

Apa Kalian senang jika kami lapar??

Apa Kalian senang jika ibu Dan kakak kami di perkosa ??

Apa Kalian senang jika ayah kami Dan saudara2 kami di penggal Dan di bunuh??

Apa arti hati Kalian bersama kami??

Sebenernya kami berhak mencela Kalian

Padahal Allah sudah mengangkat Kita di atas muka Bumi

Dan sesungguhnya kami memiliki Tali persaudaraan dengan Kalian

Apa Kita akan memutusnya? Dan mereka memutuskan hubungan Kita

KITA BERLINDUNG KEPADA ALLAH” MA’ADZALLAH…..MA’ADZALLAH

Sesungguhnya akhlak Islam melarang Kita untuk memutusnya 

Tidakkah naungan tauhid menyatukan Kita??

SAUDARAKU

SAUDARAKU

Kasih tau kapan engkau akan marah?

Ketika kehormatan Kita di injak

Dan Engkau juga belum marah…?

Ketika tempat kami di hancurkan

Dan Engkau juga belum marah…?

Ketika ayah kami di bunuh Dan di cacah

Dan Engkau juga belum marah…?

Ketika IBU Dan saudara wanita kami di perkosa Dan di bunuh

Dan Engkau juga belum marah.….?

WAHAI SAUDARAKU MUSLIM KATAKAN PADAKU KAPAN ENGKAU MARAH

WAHAI SAUDARAKU MUSLIM KATAKAN PADAKU KAPAN ENGKAU MARAH

NASIONALISME VS AKIDAH


Aku sebagai Insan Negeri tercinta yang pernah melalui proses Doktrin yang sejalan waktu menempatkan aku dalam semua siklus aneka ragam kehidupan mengantarkan dalam kematangan seperti saat ini

Sering aku berfikir apakah sikap ku ini tidak Nasionalisme” sering aku  membedah arti apa itu Nasionalisme dan batasan benang merah nya dengan Akidah 

Sering aku berfikir apakah para pendiri Negara yang menggelar lahirnya Pancasila yg melahir kan UUD 45 Dan melahirkan Negara Republik Indonesia tercinta ini yang notabene Riwayat pemahaman ttg Agama jauh mumpuni dari pada aku apakah penghianat bagi agama nya.
Aku baca semua riwayat proses Naskah penyusunan Dan adalah dalam kesimpulan ” mereka adalah orang2 yang jauh sangat mumpuni tentang Agama Dan sekaligus pelaku sejarah Dan berfikir jauh ke depan mengutamakan persatuan dengan tidak ber khianat kpd agama nya.

Lalu apa yg terjadi sekarang????

Aku berfikir simple para pencetus Dan perumus saat itu berkeyakinan dgn di landasi Sila Ketuhanan Yang Maha ESA di tempatkan di Sila Pertama dengan back ground bahwa keniscayaan umat yang secara Mayoritas 85℅ akan mampu memilih Dan menemukan pemimpin Umat Dan pemimpin Bangsa ini, Karena segala yang tersurat pasti Ada makna keyakinan tersirat.

Lalu apa yang terjadi sekarang?

BENARKAH tidak Ada dari mayoritas umat ini tidak Ada yang baik Dan bisa sebagai pemimpin ataukah ini benar bahwa terlalu besar kekuatan konspirasi sehigga mengandung aduk umat mayoritas yang terlebih parah bahwa ini hukuman bagi umat Islam setelah sekian lama di berikan kesempatan sbg pemimpin tetapi tidak mampu mengemban Amanah
Lalu apa yang terjadi sekarang?

Di manakah benang merah nya antara tertuduh pembela aqidah yang di bilang tidak Nasionalisme, signal alarm pun mulai berbunyi keraaaaassss ….

Hal yang terbaik adalah melihat sejarah Dan melihat potensi bahaya jangka panjang serta realita yang terjadi Dan apakah pertanyaan Dan jawaban yang ADA sudah mewakili arti Nasionalisme dlm ke Bhineka Tunggal Ika an.

Aku beruntung anakku lebih memahami aqidah dari pada aku yg di usia awal sudah siap memakai Hijab Dan lebih berani mengaktualitaskan akan perintah Agama, tapi aku tidak beruntung saat TDK mampu menjawab ketika anakku mencari kerja Dan terbentur kondisi persyaratan TIDAK BOLEH berhijab.

Dalam hati aku berfikir apakah ini Nasionalisme atau ke Bhineka Tunggal Ika an jika anakku mengamalkan Sila pertama dgn implement perintah NYA.

Berbagai macam keniscayaan contoh contoh lain yang tersebar dalam implementasi sekitar yang campur aduk Dan tumpang tindih Salah kaprah tidak bisa membedakan antara Nasionalisme dlm ke Bhineka Tunggal Ika an nya yang Bila di ukur prosentase siapakah yang ter dholimi Dan siapa kah yang tdk Nasionalisme.

Agama Ku Agama Ku, Agama mu Agama mu adalah suatu garis batas yang jelas tetapi menjadi Abu Abu krn judul pluralisme kebablasen Nasionalisme Salah kaprah padahal seribu ladang Muamalah Dan Mekanisme  bagaimana bergaul dengan Manusia dalam kerangka perbedaan pun dalam Islam juga di ajarkan Dan seiring Manis Bila itu di tegakkan Dan di pahami jika Mau di pelajari Dan tdk paranoid di awal Bila mendengar hukum2 Islam.

Nasionalisme Dan Akidah bagi semua agama yang ADA di bumi pertiwi ini akan seiring Manis Bila satu sama lain tau batas wilayah dalam kerangka masing2 Dan saling memahami dalam kerangka hubungan Manusia Dan satu sama lain tidak menciptakan wilayah persepsi abu2 sesuai pemikiran masing2 yang justru menjadi celah pintu kehancuran Negeri Dan Umat.

Aku Cinta Negeri ini Dan Merah putih Darahku sebagai taruhan nya tanpa aku harus menjual Dan menggadaikan agama Ku.

SAVE NATION NKRI HARGA MATI